Mengenai Keputusan Saya untuk Menutup Sosial Media

Belakangan ini, saya telah mengambil keputusan yang cukup drastis dalam hidup saya, yaitu menutup semua akun sosial media saya, termasuk yang bersifat pribadi maupun yang berkaitan dengan bisnis. Mungkin ada yang bertanya, “Kenapa?” Saya ingin berbagi beberapa alasan yang mendasari keputusan ini, semoga bisa memberi pencerahan kepada teman-teman yang juga mungkin merasa dilema dengan peran sosial media dalam hidup.

Pertama-tama, ada faktor waktu yang sangat signifikan. Sosial media, terutama Instagram, adalah tempat di mana kita bisa dengan mudah terjebak dalam perangkap waktu yang tak berujung. Awalnya, saya hanya akan memeriksa dan mengunggah produk-produk bisnis. Namun, seiring berjalannya waktu, saya menemukan diri saya terlalu sering “scrolling” tanpa tujuan, membuang waktu yang berharga. Waktu yang bisa saya gunakan untuk hal-hal yang jauh lebih produktif dan memuaskan.

Kedua, dalam konteks bisnis pakaian syari, saya menemui tantangan tersendiri. Promosi adalah kunci kesuksesan bisnis, tapi bagaimana kita melakukannya juga sangat penting. Di dunia sosial media, hampir semua orang tampaknya mengandalkan model wanita untuk mempromosikan produk fashion, dan ini adalah sesuatu yang membuat saya merasa tidak nyaman. Meskipun ada sebagian kecil yang memilih menggunakan manekin sebagai model, tetap saja konten di sosial media saya penuh dengan gambar-gambar yang memakan waktu. Memahami bahwa strategi bisnis ini memang efektif, saya merasa bahwa hal ini tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip saya.

Belum lagi, sosial media sering kali hanya menjadi ajang pamer yang berpotensi untuk merangsang rasa ingin ikut memotivasi orang lain, tapi juga bisa berpotensi menjatuhkan diri ke dalam perangkap riya tersembunyi. Meskipun niat kita hanya kita dan Allah yang tahu, terkadang kita merasa terdorong untuk “menunjukkan” apa yang kita miliki. Bagi saya, memilih untuk tidak melakukan itu mungkin lebih baik. Personal branding dalam bisnis bukan lagi menjadi keharusan, seperti yang saya amati dalam bisnis Jasa Pembuatan Website yang dijalankan oleh suami saya. Suami saya telah membangun reputasi sebagai seseorang yang berfokus pada kualitas dan pelayanan, tanpa perlu tampil dengan wajah dan pameran pribadi yang mengarah pada personal branding yang khas.

Ketiga, saya memilih untuk mengalihkan fokus promosi saya ke platform lain, seperti WhatsApp dan website bisnis saya. Ini mungkin menjadi tantangan karena sebagian besar followers di Instagram adalah target yang sangat sesuai dengan bisnis saya. Meskipun begitu, Bismillah, semoga ini adalah langkah yang tepat. Ini memberi saya kesempatan untuk lebih mengejar pelanggan dengan cara yang lebih intim dan relevan, tanpa terganggu oleh “kebisingan” dari sosial media.

Sebagai tambahan, telah sembilan hari sejak saya menutup akun Instagram saya, dan saya ingin mengatakan bahwa itu adalah keputusan yang benar. Meskipun dalam tiga hari pertama saya merasa agak “clingy” dengan aktivitas sosial media yang hilang, sejak itu saya merasa semakin bahagia. Saya memiliki lebih banyak waktu untuk mengejar hobi-hobi saya, terutama menulis, membaca buku. Bahkan, saya baru saja bergabung dengan gym khusus wanita yang berlokasi dekat rumah. Pikiran saya juga merasa jauh lebih tenang tanpa gangguan konstan dari media sosial.

Pesan Tambahan:

Seiring waktu berjalan, saya berharap keputusan ini akan tetap konsisten dan tidak akan mengalami perubahan. Bagi saya, ini adalah langkah yang sangat penting menuju penggunaan waktu yang lebih bijak, yang sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang saya pegang teguh.

Biidznillah mulai tanggal 28 Oktober 2023, saya akan mengadakan “Cuci Gudang” di website bisnis saya, Derins Indonesia. Saya harap teman-teman bisa mengunjungi website saya pada tanggal tersebut dan mungkin menemukan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan produk dengan harga lebih hemat.

Terima kasih atas dukungan Anda semua, dan semoga kita semua bisa terus menjalani kehidupan yang lebih berarti dan bahagia, baik secara online maupun offline. Jazakumullahu khair wa barakallahu fiikum…

Close
Subscribe Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan berbagai penawaran dan info terbaru dari Derins Indonesia!


Close Pesananku
Close Wishlist
Close Terakhir Dilihat
Close
Close
Categories